Profil
Kota Tarakan memiliki posisi yang
strategis bagi Propinsi Kalimantan Timur, yaitu sebagai penggerak pertumbuhan
wilayah utara Propinsi Kalimantan Timur dan Pintu Gerbang kedua ( second gate )
bagi Kalimantan Timur setelah Kota Balikpapan, selain merupakan kota transit
perdagangan antara Indonesia , Malaysia , Philipina. Jumlah penduduk Kota
Tarakan terus meningkat. Pada tahun 1945, penduduk lokal Kota Tarakan yang
umumnya dari suku Jawa, Thionghoa, dan Tidung tercatat hanya sekitar 5.000 orang
( menurut sumber lisan pada waktu itu sudah ada penduduk dari suku Bugis ).
Pada pertengahan tahun 2006 meningkat 171.690 jiwa atau menjadi 34 kali dalam
rentang waktu 61 tahun. Kepadatan penduduk saat ini sebesar 687 jiwa/Km. Kota
Tarakan merupakan satu-satunya kota di Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia dan
juga merupakan kota terkaya ke-17 di Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah
250,80 km² dan sesuai dengan data Badan Kependudukan Catatan Sipil dan Keluarga
Berencana, Kota Tarakan berpenduduk sebanyak 239.787 jiwa. Tarakan atau juga
dikenal sebagai Bumi Paguntaka, berada pada sebuah pulau kecil. Semboyan dari
kota Tarakan adalah Tarakan Kota "BAIS" (Bersih, Aman, Indah, Sehat
dan Sejahtera).
Potensi Perikanan Kota Tarakan
Besarnya wilayah lautan Kota
Tarakan tentunya menyimpan potensi sumberdayaperikanan yang sangat besar baik
perikanan laut maupun perikanan pesisir pantai (berupausaha budidaya air
payau/tambak maupun budidaya air tawar/kolam). Kawasan pesisir pantaidi Kota
Tarakan mencapai ± 70 Km2 yang juga sangat mendukung pengembangan
eksplotasiperikanan sebagai mata pencaharian masyarakat di Kota Tarakan. Hal
ini dapat menjadisolusi dalam mengatasi meningkatnya pendatang yang masuk ke Kota
Tarakan, terutama yangbermukim pada wilayah-wilayah pesisir. Potensi perikanan
akan lebih tereksploitasi dengansemakin meningkatnya penduduk yang mengandalkan
mata pencaharian pada sektorperikanan ini.Potensi kelautan yang terdapat
disekitar Kota Tarakan merupakan kekayaan alamyang diharapkan dapat menjadi sub
sektor unggulan. Selain usaha penangkapan ikan, makapembudidayaan perikanan
laut di sepanjang pantai Tarakan diharapkan dapat menjadikomoditas yang
menjanjikan. Dilihat dari potensi perikanan laut yang ada diperkirakan potensi
produksi perikanan di laut Tarakan mencapai 8.560 ton pertahunnya yang terdiri
dari 5.000 ton dari produksipenangkapan, 3.500 ton produksi budidaya tambak dan
60 ton dari produksi budidaya ikan dikolam. Namun dari semua potensi yang ada
tersebut baru sebesar 51,32 persen yang dapatdikelola baik nelayan penangkapan
maupun nelayan budidaya. Dari kegiatan pengolahan ikan di Kota Tarakan terlihat
terjadinya peningkatanproduksi pada tahun 2008 karena meningkatnya produksi
pembekuan udang, yang lebihdiakibatkan meningkatnya pasokan bahan baku.
Meningkatnya bahan baku pengolahan hasilperikanan ini juga merupakan salah satu
indikator meningkatnya pendapatan para nelayanataupun pengusaha perikanan. Jenis ikan yng ada
di tarakan sgt beraneka ragam, antara lain ikan sebelah, ikan gulama, bawal
putih, bawal hitam, alu-alu, senangin/kurau, kerapu lumpur, sembilang, otek,
pepija. Selain berbagai jenis ikan, terdapat pula biota laut lainnya. Seperti
crustacea dan mollusca.
Beberapa jenis
yang memiliki nilai ekonomis tinggi yaitu udang windu, udang putih, udang
bintik, udang batu/merah, lobster, cumi-cumi, sotong, kepiting bakau, kepiting
rajungan dan kerang dara.
Kapal yang digunakan yaitu
Sebagian besar
nelayan tarakan adalah nelayan kecil yng menggunakan motor tempel atau kapal
motor yang hanya berkekuatan antara 1GT-5GT, sehingga daerah penangkapannya
terkonsentrasi pd perairan dibawah 4 mil. Bagi nelayan yang menggunakan perahu
1GT atau 2GT, dalam mengoperasikan alatnya menyesuaikan dengan musim gelombang.
Pada saat musi teduh (bulan 6-9), saat tdk ada gelombang mereka bisa
mengoperasikan alatnya hingga sampai 4 mil, tetapi pada saat gelombang besar
(bulan 10-3) nelayan harus merapat ke pantai. Saat tidak ada gelombang mereka
bisamengoperasikan alat tangkapnya jauh dari pantai sampai 4 mil, tetapi pada
saat gelombang besar nelayanharus merapat ke pantai.
Nelayan lain yang
menggunakan kapal motor diatas 5GT, bisa melakukan operasi penangkapan di
wiayah perairan di atas 4 mil. Namun demikian, selain tergantung dari kekuatan
kapal motornya, juga disesuaikan dengan alat untuk mengambil/menangkap
sumberdaya laut. Seperti misalnya alat yang berupa jaring trawl berukuran kecil
dioperasikan di perairan dengan kedalaman 7-15 meter, sedangkan trawl yang
besar dikedalaman 60-70 meter,. Oleh karena itu nelayan yang menggunakan trawl
besar biasanya tidak melakukan operasi penangkapan di perairan Tarakan yang
hanya memiliki wilayah sampai 4 mil dan kedalaman airnya dibawah 60 meter.
Mereka mengoperasikannya di perairan ujung, yaitu perairan wilayah utara
Kalimantan Timur.
Daerah Penangkapan Ikan
Perbedaan lokasi penangkapan tiap
kelompok nelayan juga dibedakan oleh alat tangkap (jarring/pukat) yang
digunakan atau jenis sumberdaya yang akan ditangkap. Karena tiap jenis-jenis
ikan memiliki habitat masing-masing yang berbedauntuk bertahan hidup. Selain
itu tentunya alat yang digunakan atau jenis sumberdaya yang akan ditangkap.
Karena tiap-tiap jenis ikan mempunyai habitat masing-masing yang berbeda untuk
bertahan hidup. Mengenai jenis-jenis ikan yang bias di tangkap oleh nelayan
Kalimantan timur.
·
Ikan gulama : ikan yg
hidup bergerombol, terdapat di sepanjang kota tarakan. Ikan iini tertangkap
dengan alat kelong, gillnet, pancing dan alat perangkap lainnya.
·
Bawal putih : ikan yang
hidup di perairan Tarakan, kabupaten bulungan pada kedalaman 20-70 meter, hidup
bergerombol. Alat tangkap yang digunakan adalah sero, jarring insang tetap, dan
jarring hanyut.
·
Ikan sebelah : ikan
yang hidup soliter, daerah penyebarannya pada daerah pantai berpasir sampai
berlumpur sepanjang pantai tarakan, jenis ikan ini tertangkap dengan alat
tangkap berupa pukat/jarring gondrong, pukat tarik, jermal dan sero.
·
Bawal hitam sama
seperti bawal putih, hidup di perairan Tarakan, kabupaten Bulungan pada
kedalaman 20-70 m, hidup bergerombol. Alat tangkap yang diigunakan untuk
menangkap yaitu sero, jarring insang tetap, jarring hanyut.
·
Alu-alu, hidup di
perairan pesisir pantai tarakan sampai ke atas pantai, jenis ini sangat
soliter. Dan terkadang sering berada di permukaan perairan atau kadang di dasar
perairan yang berpasir. Ikan ini sering tertangkap dengan jarring insang dasar,
rawai, dan pancing.
·
Kerapu lumpur berada
disisi sepanjang pantai yang berlumpur dan pada muara sungai. Alat tangkap yang
efektif untuk menangkap ikan ini adalah jarring insang dasar, rawaio dan
pancing.
·
Sembilang penebarannya
pada daerah lumpur dan pada muara sungai. Alat tangkap yang digunakan yaitu
jarring insang dasar, rawai, dan pancing.
Jumlah
alat tangkap yang ada di Tarakan sampai akhir tahun 2004 mengalami peningkatan
sebesar 3,01% dari jumlah yang ada pada tahun 2003, yaitu 3000 unit pada tahun
2003 menjadi 3090 unit pada tahun 2004.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar