Selasa, 28 Mei 2013

Kabupaten Tarakan


Profil

Kota Tarakan memiliki posisi yang strategis bagi Propinsi Kalimantan Timur, yaitu sebagai penggerak pertumbuhan wilayah utara Propinsi Kalimantan Timur dan Pintu Gerbang kedua ( second gate ) bagi Kalimantan Timur setelah Kota Balikpapan, selain merupakan kota transit perdagangan antara Indonesia , Malaysia , Philipina. Jumlah penduduk Kota Tarakan terus meningkat. Pada tahun 1945, penduduk lokal Kota Tarakan yang umumnya dari suku Jawa, Thionghoa, dan Tidung tercatat hanya sekitar 5.000 orang ( menurut sumber lisan pada waktu itu sudah ada penduduk dari suku Bugis ). Pada pertengahan tahun 2006 meningkat 171.690 jiwa atau menjadi 34 kali dalam rentang waktu 61 tahun. Kepadatan penduduk saat ini sebesar 687 jiwa/Km. Kota Tarakan merupakan satu-satunya kota di Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia dan juga merupakan kota terkaya ke-17 di Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 250,80 km² dan sesuai dengan data Badan Kependudukan Catatan Sipil dan Keluarga Berencana, Kota Tarakan berpenduduk sebanyak 239.787 jiwa. Tarakan atau juga dikenal sebagai Bumi Paguntaka, berada pada sebuah pulau kecil. Semboyan dari kota Tarakan adalah Tarakan Kota "BAIS" (Bersih, Aman, Indah, Sehat dan Sejahtera).

Potensi Perikanan Kota Tarakan

Besarnya wilayah lautan Kota Tarakan tentunya menyimpan potensi sumberdayaperikanan yang sangat besar baik perikanan laut maupun perikanan pesisir pantai (berupausaha budidaya air payau/tambak maupun budidaya air tawar/kolam). Kawasan pesisir pantaidi Kota Tarakan mencapai ± 70 Km2 yang juga sangat mendukung pengembangan eksplotasiperikanan sebagai mata pencaharian masyarakat di Kota Tarakan. Hal ini dapat menjadisolusi dalam mengatasi meningkatnya pendatang yang masuk ke Kota Tarakan, terutama yangbermukim pada wilayah-wilayah pesisir. Potensi perikanan akan lebih tereksploitasi dengansemakin meningkatnya penduduk yang mengandalkan mata pencaharian pada sektorperikanan ini.Potensi kelautan yang terdapat disekitar Kota Tarakan merupakan kekayaan alamyang diharapkan dapat menjadi sub sektor unggulan. Selain usaha penangkapan ikan, makapembudidayaan perikanan laut di sepanjang pantai Tarakan diharapkan dapat menjadikomoditas yang menjanjikan. Dilihat dari potensi perikanan laut yang ada diperkirakan potensi produksi perikanan di laut Tarakan mencapai 8.560 ton pertahunnya yang terdiri dari 5.000 ton dari produksipenangkapan, 3.500 ton produksi budidaya tambak dan 60 ton dari produksi budidaya ikan dikolam. Namun dari semua potensi yang ada tersebut baru sebesar 51,32 persen yang dapatdikelola baik nelayan penangkapan maupun nelayan budidaya. Dari kegiatan pengolahan ikan di Kota Tarakan terlihat terjadinya peningkatanproduksi pada tahun 2008 karena meningkatnya produksi pembekuan udang, yang lebihdiakibatkan meningkatnya pasokan bahan baku. Meningkatnya bahan baku pengolahan hasilperikanan ini juga merupakan salah satu indikator meningkatnya pendapatan para nelayanataupun pengusaha perikanan. Jenis ikan yng ada di tarakan sgt beraneka ragam, antara lain ikan sebelah, ikan gulama, bawal putih, bawal hitam, alu-alu, senangin/kurau, kerapu lumpur, sembilang, otek, pepija. Selain berbagai jenis ikan, terdapat pula biota laut lainnya. Seperti crustacea dan mollusca.
Beberapa jenis yang memiliki nilai ekonomis tinggi yaitu udang windu, udang putih, udang bintik, udang batu/merah, lobster, cumi-cumi, sotong, kepiting bakau, kepiting rajungan dan kerang dara.

Kapal yang digunakan yaitu

Sebagian besar nelayan tarakan adalah nelayan kecil yng menggunakan motor tempel atau kapal motor yang hanya berkekuatan antara 1GT-5GT, sehingga daerah penangkapannya terkonsentrasi pd perairan dibawah 4 mil. Bagi nelayan yang menggunakan perahu 1GT atau 2GT, dalam mengoperasikan alatnya menyesuaikan dengan musim gelombang. Pada saat musi teduh (bulan 6-9), saat tdk ada gelombang mereka bisa mengoperasikan alatnya hingga sampai 4 mil, tetapi pada saat gelombang besar (bulan 10-3) nelayan harus merapat ke pantai. Saat tidak ada gelombang mereka bisamengoperasikan alat tangkapnya jauh dari pantai sampai 4 mil, tetapi pada saat gelombang besar nelayanharus merapat ke pantai.
Nelayan lain yang menggunakan kapal motor diatas 5GT, bisa melakukan operasi penangkapan di wiayah perairan di atas 4 mil. Namun demikian, selain tergantung dari kekuatan kapal motornya, juga disesuaikan dengan alat untuk mengambil/menangkap sumberdaya laut. Seperti misalnya alat yang berupa jaring trawl berukuran kecil dioperasikan di perairan dengan kedalaman 7-15 meter, sedangkan trawl yang besar dikedalaman 60-70 meter,. Oleh karena itu nelayan yang menggunakan trawl besar biasanya tidak melakukan operasi penangkapan di perairan Tarakan yang hanya memiliki wilayah sampai 4 mil dan kedalaman airnya dibawah 60 meter. Mereka mengoperasikannya di perairan ujung, yaitu perairan wilayah utara Kalimantan Timur.

Daerah Penangkapan Ikan

Perbedaan lokasi penangkapan tiap kelompok nelayan juga dibedakan oleh alat tangkap (jarring/pukat) yang digunakan atau jenis sumberdaya yang akan ditangkap. Karena tiap jenis-jenis ikan memiliki habitat masing-masing yang berbedauntuk bertahan hidup. Selain itu tentunya alat yang digunakan atau jenis sumberdaya yang akan ditangkap. Karena tiap-tiap jenis ikan mempunyai habitat masing-masing yang berbeda untuk bertahan hidup. Mengenai jenis-jenis ikan yang bias di tangkap oleh nelayan Kalimantan timur.

·        Ikan gulama : ikan yg hidup bergerombol, terdapat di sepanjang kota tarakan. Ikan iini tertangkap dengan alat kelong, gillnet, pancing dan alat perangkap lainnya.
·         Bawal putih : ikan yang hidup di perairan Tarakan, kabupaten bulungan pada kedalaman 20-70 meter, hidup bergerombol. Alat tangkap yang digunakan adalah sero, jarring insang tetap, dan jarring hanyut.
·         Ikan sebelah : ikan yang hidup soliter, daerah penyebarannya pada daerah pantai berpasir sampai berlumpur sepanjang pantai tarakan, jenis ikan ini tertangkap dengan alat tangkap berupa pukat/jarring gondrong, pukat tarik, jermal dan sero.
·         Bawal hitam sama seperti bawal putih, hidup di perairan Tarakan, kabupaten Bulungan pada kedalaman 20-70 m, hidup bergerombol. Alat tangkap yang diigunakan untuk menangkap yaitu sero, jarring insang tetap, jarring hanyut.
·         Alu-alu, hidup di perairan pesisir pantai tarakan sampai ke atas pantai, jenis ini sangat soliter. Dan terkadang sering berada di permukaan perairan atau kadang di dasar perairan yang berpasir. Ikan ini sering tertangkap dengan jarring insang dasar, rawai, dan pancing.
·         Kerapu lumpur berada disisi sepanjang pantai yang berlumpur dan pada muara sungai. Alat tangkap yang efektif untuk menangkap ikan ini adalah jarring insang dasar, rawaio dan pancing.
·         Sembilang penebarannya pada daerah lumpur dan pada muara sungai. Alat tangkap yang digunakan yaitu jarring insang dasar, rawai, dan pancing.

Jumlah alat tangkap yang ada di Tarakan sampai akhir tahun 2004 mengalami peningkatan sebesar 3,01% dari jumlah yang ada pada tahun 2003, yaitu 3000 unit pada tahun 2003 menjadi 3090 unit pada tahun 2004.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar